Demo Di Depan Gedung Putih AS Untuk Dukung Palestina

- Penulis Berita

Senin, 23 Oktober 2023 - 12:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada Minggu (8/10/2023) waktu setempat, ratusan massa memadati area depan Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, dengan tujuan yang jelas: memberikan dukungan serta solidaritas kepada rakyat Palestina. Di tengah semangat unjuk rasa tersebut, mereka memohon agar penjajahan yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap Palestine dapat dihentikan, mengingat hal ini telah menjadi akar dari konflik berkepanjangan yang terus menghantui kawasan tersebut.

Kemudian, pada Sabtu (14/10), momentum aksi unjuk rasa kembali terjadi di depan Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat. Kali ini, ribuan demonstran yang mendukung Palestine berkumpul untuk menggelar aksi damai, sembari menunjukkan dengan tegas rasa solidaritas mereka terhadap perjuangan rakyat Palestine. Dengan langkah-langkah ini, para demonstran berharap pesan mereka dapat terdengar luas dan memberikan tekanan untuk mengakhiri penderitaan yang telah terjadi selama bertahun-tahun di Palestine.

Investasi Dalam Kolonisasi Sejak Lama

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala koalisi pro-Palestina, Zeina Hutchison, yang menggelar aksi protes ini, menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap rakyat Palestine. Ia menambahkan bahwa apa yang disebut sebagai kesepakatan damai sebenarnya adalah mendukung pendudukan dan apartheid. Hutchison, yang merupakan seorang aktivis kelahiran Palestine namun kini tinggal di Virginia, AS, menegaskan bahwa hal ini bukanlah hal baru, melainkan sudah terlihat bahwa mereka berinvestasi dalam kolonisasi.

Pada Selasa (15/9), perjanjian damai yang mengatur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan UEA dan Bahrain resmi diteken di Gedung Putih. Kesepakatan ini tercapai dengan mediasi AS. Bahkan Presiden Donald Trump menyebut bahwa kesepakatan serupa semakin dekat untuk terwujud antara Israel dengan 5-6 negara Arab lainnya.

Mark Zayyad (54), yang sengaja datang dari New York untuk berdemo di Washington DC, menyatakan bahwa perjanjian damai tersebut adalah sebuah kesalahan besar. Baginya, tindakan Donald Trump dalam hal ini adalah penghancuran terhadap Timur Tengah.

Senan Shaq dari Dewan Palestine AS menegaskan bahwa Trump tidak memiliki hak untuk menentukan solusi mengenai tanah Palestine, khususnya untuk memberikannya kepada Israel.

Sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan dengan UEA dan Bahrain, Israel sepakat untuk menangguhkan aneksasi Tepi Barat. Namun, massa yang berunjuk rasa tetap menuntut pengakhiran penjajahan zionis Israel di tanah Palestina dan menghentikan perang.

Protes pro-Israel dan pro- Palestine juga telah berlangsung di berbagai penjuru Negeri Paman Sam selama sepekan terakhir. Hal ini menyebabkan terciptanya polarisasi di kalangan warga Amerika. Demonstran pro- Palestine menyuarakan kekecewaan mereka atas orang-orang yang tewas akibat tindakan tentara yang didukung oleh negara ini.

Demonstran Di Depan Gedung Putih Inginkan Perang Israel Palestina Dihentikan

AS sendiri telah memberikan bantuan kepada sekutu dekatnya, Israel, dengan pasokan persenjataan atas alasan mempertahankan diri. Di tengah lautan bendera Palestine, beberapa demonstran membawa spanduk yang menuntut pengakhiran penjajahan zionis Israel di tanah Palestina dan menghentikan perang.

Ahmed Abed, salah satu demonstran, berharap bahwa tindakan ini dapat menghentikan perang dan memberikan bantuan kepada mereka yang tenggelam dalam penjara akibat pengepungan total yang diberlakukan oleh pemerintah Israel di Jalur Gaza.

Pengepungan ini diperintahkan oleh Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan telah membawa bencana kemanusiaan terhadap lebih dari dua juta rakyat Palestine yang terjebak di Gaza. Jalur Gaza, yang dikepung secara darat, laut, dan udara oleh Israel, kini tidak memiliki akses mendapatkan kebutuhan pokok seperti air, makanan, listrik, dan bahan bakar akibat perintah Gallant.

Tidak hanya di Gedung Putih, lebih dari seribu demonstran pro- Palestine di Los Angeles juga melakukan unjuk rasa serupa pada Sabtu (14/10). Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen ketika demonstran pro-Israel dan pro- Palestine bersitegang.

Di New York, yang merupakan rumah bagi populasi Yahudi terbesar di dunia setelah Israel, ratusan orang memadati wilayah Brooklyn pada Jumat (13/10) dengan tujuan jelas: menunjukkan solidaritas mereka dalam menentang serangan yang dilakukan oleh kelompok zionis Israel. Namun, di tengah konflik yang terus membara antara Israel dan Hamas, warga Yahudi di New York terbagi menjadi dua kubu yang berbeda dalam menghadapi situasi ini. Ada yang mendesak Israel untuk mempertahankan diri, menganggap langkah tersebut sebagai tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan negara, sementara yang lain mengutuk keras tindakan yang dianggap sebagai aksi genosida terhadap rakyat Palestine

Di antara sejumlah spanduk yang terpampang di New York, terdapat satu yang menarik perhatian, dengan tulisan yang tegas menyerukan untuk menghentikan genosida terhadap rakyat Palestine, dengan frasa yang menyentuh: “Yahudi Mengatakan Hentikan Genosida Terhadap Palestina“. Pesan ini mencerminkan suara sebagian warga Yahudi di New York yang menentang tindakan kekerasan dan mengadvokasi perdamaian serta keadilan bagi rakyat Palestine, sementara sebagian lainnya tetap berkomitmen dalam mendukung Israel. Hal ini mencerminkan adanya keragaman pandangan di antara warga Yahudi di kota ini terkait konflik yang terus berkecamuk di Timur Tengah.

Berita Terkait

PNS Gaji Tunggal Akan Segera Ditetapkan, Berikut Detailnya
Dunia Desak Israel Gencatan Senjata, Akankah Disetujui?
Kondisi WNI Di Gaza Memprihatinkan, Begini Tanggapan Dubes
RS Indonesia Di Gaza Hancur Diserang Tentara Israel
Biaya Haji Terbaru, Berikut Cara Mempersiapkannya
Peta Koalisi Partai Menuju Pilpres 2024, Mana Lebih Kuat?
Suku Rohingya Datang Ke Aceh, Warga Tolak Dengan Tegas
Gempa Filipina Sebesar 6,7 Magnitudo Sebabkan Kerusakan Cukup Parah

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 21:43

Rekor CR7 Belum Habis, Catatkan 48 Gol Di Tahun 2023

Sabtu, 25 November 2023 - 17:46

Semi Final Piala Dunia U-17 Semakin Menarik, Ada Jerman

Sabtu, 25 November 2023 - 17:43

Review Pertandingan Seru Argentina vs Brasil yang Sempat Ricuh

Senin, 20 November 2023 - 00:04

Hasil Indonesia Vs Maroko U-17, Laga Penentuan

Kamis, 16 November 2023 - 13:48

Jelang Ikuti Kualifikasi Piala Dunia, Ini Persiapan Timnas Indonesia

Senin, 13 November 2023 - 19:31

Indonesia Vs Ekuador Piala Dunia U-17 2023 Berakhir Imbang

Senin, 13 November 2023 - 19:28

Pembagian Grup dan Jadwal Piala Dunia U-17 2023

Minggu, 12 November 2023 - 20:36

Update Piala Dunia FIFA U-17, Pegawai FIFA Mulai Berdatangan

Berita Terbaru

Kesehatan

Tips Mengurangi Bau Badan Yang Ampuh

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:32

Teknologi

Resmi Gandeng Tokopedia, TikTokshop Kembali?

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:30

Teknologi

Rekomendasi Smartphone Android Kamera Terbaik 3 Jutaan

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:27

Kesehatan

Ketahui Penyebab Kanker Sebelum Terjadi, Ternyata Ini

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:23

Kesehatan

Cara Membersihkan Karang Gigi, Mudah Dan Aman

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:21