Hacker Rusia Serang Israel, India Balas Serang Palestina

- Penulis Berita

Rabu, 11 Oktober 2023 - 21:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editable vector illustration of soldiers walking on patrol

Editable vector illustration of soldiers walking on patrol

Konflik antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir telah meluas, tidak hanya terbatas pada medan pertempuran fisik, melainkan juga telah meluas ke ranah siber. Kelompok-kelompok hacker dari berbagai negara terlibat dalam pertempuran siber ini, termasuk Rusia dan India, yang bertindak sebagai agen pendorong serangan atau sebagai entitas yang memberikan respons terhadap serangkaian serangan fisik dan tindakan politik yang terjadi antara kedua belah pihak. Pada awalnya Rusia serang Israel terlebih dahulu, hingga India ikut membalas serangan tersebut terhadap Palestina.

Salah satu kelompok hacker yang menjadi sorotan adalah Killnet, kelompok hacker relawan asal Rusia. Mereka mengumumkan niat mereka untuk menyerang semua sistem milik pemerintah Israel dengan menggunakan serangan distributed denial-of-service (DDoS). Serangan DDoS ini melibatkan membanjiri situs web dengan lalu lintas data yang sangat tinggi hingga akhirnya membuat situs tersebut tidak dapat diakses. Lebih dari 60 situs web pemerintah Israel, termasuk layanan untuk penduduk, lembaga keuangan, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan energi dilaporkan mengalami kelumpuhan total akibat Rusia serang Israel ini.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kantor Berita Israel, The Jerusalem Post Terganggu

Selain itu, akibat hacker Rusia serang Israel, kantor berita Israel, The Jerusalem Post, juga menjadi korban serangan siber yang signifikan, yang mengakibatkan mereka terpaksa harus menangguhkan operasional perusahaan mereka selama beberapa hari sebagai dampak dari gangguan serius yang dialami oleh situs web mereka. Tidak hanya itu, dampak serangan siber ini meluas ke lebih dari puluhan situs web pemerintah Israel, yang mulai mengalami masalah akses tepat setelah Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, secara resmi menyatakan perang dan bersumpah untuk membalas serangan yang dilakukan oleh militan Hamas di Jalur Gaza.

Hal ini kemudian membuat para pejabat Israel meyakini bahwa serangan siber yang menargetkan situs web pemerintah merupakan ulah dari kelompok hacker asal Palestina. Menurut Direktur Keamanan Siber di Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Rob Joyce, Rusia Serang Israel ini adalah bentuk dari hacktivism. Peneliti keamanan siber dari Equinix Threat Analysis Center, Will Thomas, juga membenarkan bahwa serangan tersebut berasal dari server hacker Palestina, Bangladesh, dan Maroko, yang menggunakan metode DDoS untuk mengganggu akses ke situs web pemerintah Israel.

 

Tak Hanya Rusia Serang Israel, Namun Melibatkan Beberapa Negara Lain

Aksi hacktivism ini melibatkan hacker dari berbagai negara, seperti Bangladesh, Pakistan, Maroko, dan lainnya. Mereka semua menyasar Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Hashtag #OpIsrael telah digunakan selama bertahun-tahun oleh kelompok-kelompok ini untuk mempublikasikan serangan mereka. Kelompok hacker Killnet menyalahkan Israel atas konflik di Jalur Gaza dan mengklaim telah menyerang berbagai situs web pemerintah dan badan keamanan Israel, seperti Shin Bet.

Sementara itu, Anonymous Sudan, kelompok hacker yang diduga berasal dari Rusia, juga menyatakan dukungannya terhadap pasukan Palestina. Mereka mengaku telah menyerang situs web media Israel, The Jerusalem Post. Meskipun situs tersebut sempat terganggu, saat ini telah pulih.

Selain serangan DDoS, beberapa kelompok hacktivist juga mengklaim telah meretas infrastruktur Israel dengan menargetkan situs web yang terkait dengan pembangkit listrik dan sistem peringatan rudal. Perusahaan keamanan siber Group IB melaporkan bahwa kelompok hacker bernama AnonGhost telah meretas aplikasi yang digunakan untuk mengeluarkan peringatan rudal kepada warga Israel selama periode konflik. Mereka memanfaatkan celah keamanan di aplikasi tersebut untuk menyisipkan pesan yang provokatif, seperti “death to Israel” dan “the nuclear bomb is coming,” beserta lambang swastika. Aplikasi tersebut telah dihapus dari Google Play Store setelah diunduh lebih dari 1 juta kali.

 

Serangan Balasan dari India Cyber Yang Pro Israel

Namun, kelompok hacker yang pro-Israel juga tidak tinggal diam. Salah satu di antaranya adalah kelompok Indian Cyber Force, yang dengan bangga mengumumkan bahwa mereka telah berhasil meretas situs web Bank Nasional Palestina dan situs web Hamas, mengakibatkan kedua situs tersebut menjadi tidak dapat diakses. Selain sekadar serangan siber, kelompok ini juga menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk nyata dari solidaritas terhadap Israel, yang tengah berjuang dalam pertempuran melawan militan Hamas di Jalur Gaza. Mereka membela Israel sebagai sebuah negara demokrasi dan menentang dengan tegas tindakan terorisme yang dilakukan oleh Hamas dan memandangnya sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Meskipun serangan siber telah terjadi, belum ada dampak besar yang ditimbulkan. Rob Joyce, Direktur Keamanan Siber di NSA, mengingatkan bahwa mungkin akan ada lebih banyak serangan siber dan peningkatan aktivitas hacktivist di masa depan. Serangan siber tidak selalu memerlukan tingkat kecanggihan yang tinggi untuk menimbulkan dampak yang signifikan.

Rusia serang Israel adalah tanda bahwa kondisi konflik yang masih berlanjut antara Israel dan Palestina, baik di dunia fisik maupun siber. Ini artinya tantangan dalam bidang keamanan siber semakin penting. Sejauh ini, masyarakat dunia internasional terus berupaya untuk mendorong gencatan senjata, namun belum ada tanda-tanda penyelesaian konflik yang mencekam ini.

Berita Terkait

Banjir Jakarta Timur Capai Ketinggian Hampir 2 Meter?
Kiki Fatmala Meninggal Dunia Berjuang Lawan Komplikasi Kanker
Pengungsi Rohingya Tidak Puas Dengan Makanan Yang Diberikan, Ini Kronologinya
Elon Musk Dukung Israel, Berikan Sumbangan Dan Siap Memfasilitasi
Cak Imin Tolak Pembangunan IKN Jika Terpilih
Agresi Gaza Belum Selesai, Perdana Menteri Israel Angkat Bicara
Pria Tewas Tanpa Identitas di Malang Tergeletak Bersimbah Darah
Gencatan Senjata Israel Hamas Diperpanjang, Namun Serang Tepi Barat?

Berita Terkait

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:37

Banjir Jakarta Timur Capai Ketinggian Hampir 2 Meter?

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:34

Kiki Fatmala Meninggal Dunia Berjuang Lawan Komplikasi Kanker

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:23

Pengungsi Rohingya Tidak Puas Dengan Makanan Yang Diberikan, Ini Kronologinya

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:21

Elon Musk Dukung Israel, Berikan Sumbangan Dan Siap Memfasilitasi

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:17

Agresi Gaza Belum Selesai, Perdana Menteri Israel Angkat Bicara

Jumat, 1 Desember 2023 - 16:43

Pria Tewas Tanpa Identitas di Malang Tergeletak Bersimbah Darah

Jumat, 1 Desember 2023 - 15:49

Gencatan Senjata Israel Hamas Diperpanjang, Namun Serang Tepi Barat?

Kamis, 30 November 2023 - 21:16

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah Indonesia Dilanda Banjir

Berita Terbaru