Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut, Ini Tanggapan Dunia Internasional

- Penulis Berita

Rabu, 30 Agustus 2023 - 22:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarnya kini jepang mulai melepaskan air limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang menuai kontroversi. Jepang Buang Limbah Nuklir tersebut dilakukan 12 tahun setelah terjadinya sebuah kecelakaan nuklir yang paling buruk di dunia. Lebih dari satu juta matriks ton air radioaktif yang sudah diolah dari perusahaan PLTN dialirkan ke Laut. Proses ini akan memakan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikannya. Terdapat laporan dari pihak BBC, sejak terjadinya tsunami tahun 2011 perusahaan PLTN tersebut telah memompa air demi mendinginkan batang bahan bakar reaktor nuklir. Dengan adanya hal ini membuat  pabrik tersebut setiap harinya mampu menghasilkan air yang terkontaminasi dan disimpan di tangki besar.

Badan tenaga atom internasional kini sudah menerbitkan mengenai laporan resmi dari pelepasan air limbah tersebut. Badan tenaga atom internasional atau biasa disebut dengan (IAEA) menyebutkan jika dampak kontaminasi ini berada di bawah ambang batas sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi walaupun air limbah tersebut aman namun masih banyak dari lapisan masyarakat, hingga pemerintah dari berbagai negara yang menentang tindakan ini. Lantas bagaimana upaya dari pemerintah Jepang untuk mengatasi situasi ini ? Berikut ulasannya.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut Alasan Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut

Membuang air limbah yang telah diolah ke dalam laut adalah praktik rutin dari pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN. Walaupun jumlah limbah yang dihasilkan berada dalam skala yang jauh lebih besar dan belum pernah terjadi sebelumnya akan tetapi air tersebut masih dikatakan aman. Tepco menyaring air Fukushima dengan memanfaatkan sistem pemrosesan cairan lanjutan. Sistem ini yang dapat mengurangi zat radioaktif sehingga mampu mencapai standar.

Selain dapat menyaring karbon 14 dan tritium mereka juga telah menghilangkan isotop hingga Hanya menyisakan tritium yang mana merupakan isotop radioaktif hidrogen yang pastinya sulit untuk dipisahkan. Keduanya ini dapat memancarkan radiasi yang rendah. Akan tetapi juga berisiko jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Air yang mengandung tritium biasanya dikeluarkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir seluruh dunia. Sedangkan pihak berwenang juga mendukung penanganan air Fukushima ini.

Menurut artikel Amerika pada tahun 2014, tritium dianggap tidak berbahaya karena radiasinya tidak mampu menembus kulit manusia. Jika tertelan di atas kadar air yang dikeluarkan hal ini yang dapat meningkatkan risiko kanker. Tepco maupun pemerintah Jepang juga melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa air yang sudah dibuang ini hanya menimbulkan sedikit risiko bagi manusia dan kehidupan laut. Banyak pula ilmuwan yang mendukung adanya rencana tersebut. Pembuangan air dapat memakan waktu puluhan tahun dan bisa diselesaikan bersamaan dengan penutupan pabrik.

 

Berbagai Dampak Jepang Buang Limbah Nuklir Ke Laut

Pasca Jepang melakukan pembuangan air limbah nuklir ke dalam laut tentu terdapat beberapa dampak yang akan dialami. Adapun beberapa dampaknya adalah sebagai berikut.

 

  • Protes Dari Negara Lain

Adanya kabar tentang Jepang Buang Limbah Nuklir membuat dari sejumlah negara melakukan protes. Protes juga diungkapkan oleh pihak pemerintah kepulauan Solomon maupun Fiji. Perdana menteri Solomon, Manasseh sogavare melakukan penundaan pemilu karena marah pada negara barat tentang keputusan Jepang. Karena perdana menteri tersebut menyebutkan langkah Jepang ini akan berdampak pada masyarakatnya, laut, maupun perekonomian warga pesisir. Sedangkan untuk ibukota dari Fiji, Suva juga melakukan protes demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 25 Agustus pekan lalu. Protes ini telah diikuti oleh ratusan masyarakat.

 

  • Perang Cina Vs Jepang

Tidak hanya negara lain saja cina juga memberikan respon yang tidak baik untuk Jepang. Sebenarnya keduanya ini memang sudah memiliki hubungan yang tidak baik sejak perang Dunia II. Hingga sampai sekarang Cina selalu berseteru dengan Jepang atas keluhan sengketa wilayah. Adanya hal tersebut yang membuat pemerintah di Beijing terus mengeluarkan protes. Bahkan kota tersebut memprotes keras anti Jepang di kota-kota China.

 

  • Warga Jepang Diintimidasi

Dampak lain dari Jepang Buang Limbah Nuklir yaitu terdapat intimidasi Jepang. Salah satunya yaitu adanya warga Jepang yang mengalami pelecehan melalui panggilan telepon yang berasal dari negara Cina. Hal ini yang membuat wakil menteri luar negeri Jepang, Masata Okano yang melakukan pemanggilan kepada duta Besar Cina karena situasi ini dinilai sangat dikhawatirkan. Pihak kementerian juga sudah mendesak pemerintah Jepang untuk mengambil tindakan yang memungkinkan dapat menjamin keselamatan warga negara Jepang yang ada di Cina.

 

  • Timbul Kekhawatiran

Kekhawatiran juga dapat timbul dari mereka yang memiliki banyak hubungan dengan laut. Seperti para penyelam perempuan asal Korea Selatan. Selain itu para nelayan Jepang yang juga mengatakan kekhawatirannya mengenai zat radioaktif yang dapat berdampak besar pada kehidupan lautnya.

 

Ada banyak sekali tanggapan dunia mengenai Jepang Buang Limbah Nuklir ke dalam laut. Proses ini merupakan salah satu situasi mendesak yang dialami oleh Jepang. Sebenarnya tindakan ini masih terbilang aman, Akan tetapi jika dilakukan secara berlebihan dianggap sebagai hinaan terhadap lingkungan.

Berita Terkait

Kronologi WNI Diculik Di Malaysia, Tebusan 1,7 Miliar Rupiah
Visi Misi Capres 2024 Telah Dipaparkan, Berikut Rangkumannya
Transaksi QRIS Mencapai 18T Rupiah Pada Agustus 2023, Ekonomi Indonesia Go Digital
Pasir Kuarsa Indonesia Dilirik Investor Asing, Berani Gelontorkan 381 Triliun Rupiah
Al Quran Versi China Resmi Dibuat, Cek Disini
Arab Saudi Dan Israel Berpotensi Rujuk Hingga Jalin Kerja Sama
Pertemuan The FED Rabu Ini, Naikkan Suku Bunga Dan Proyeksi Quartal 4
Demokrat Merapat Ke Prabowo, Kuatkan Koalisi

Berita Terkait

Sabtu, 23 September 2023 - 19:18

Kronologi WNI Diculik Di Malaysia, Tebusan 1,7 Miliar Rupiah

Jumat, 22 September 2023 - 18:58

Transaksi QRIS Mencapai 18T Rupiah Pada Agustus 2023, Ekonomi Indonesia Go Digital

Jumat, 22 September 2023 - 18:39

Pasir Kuarsa Indonesia Dilirik Investor Asing, Berani Gelontorkan 381 Triliun Rupiah

Jumat, 22 September 2023 - 18:31

Al Quran Versi China Resmi Dibuat, Cek Disini

Kamis, 21 September 2023 - 20:13

Arab Saudi Dan Israel Berpotensi Rujuk Hingga Jalin Kerja Sama

Selasa, 19 September 2023 - 20:42

Pertemuan The FED Rabu Ini, Naikkan Suku Bunga Dan Proyeksi Quartal 4

Senin, 18 September 2023 - 20:13

Demokrat Merapat Ke Prabowo, Kuatkan Koalisi

Minggu, 17 September 2023 - 21:34

Survey Capres 2024 Terbaru: Prabowo Lebih Unggul

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Membeli Smartphone Terbaru, Cek Disini

Sabtu, 23 Sep 2023 - 18:09

Hiburan

Rekomendasi Film Terbaru Bulan Oktober 2023

Sabtu, 23 Sep 2023 - 18:02

Kesehatan

Makanan Rendah Gula, Berikut Rekomendasinya Untuk Anda

Sabtu, 23 Sep 2023 - 17:55

Finansial dan Keuangan

Analisa Market Terbaru Menjelang Akhir Bulan September 2023

Sabtu, 23 Sep 2023 - 17:42