Ramai Semangka Jadi Simbol Palestina, Begini Kisahnya

- Penulis Berita

Minggu, 5 November 2023 - 10:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam beberapa waktu terakhir, fenomena menarik terjadi di dunia media sosial, di mana banyak orang secara antusias memanfaatkan platform-platform tersebut untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi zionis Israel, baik melalui unggahan emoji maupun gambar semangka jadi simbol Palestina.

Maraknya penggunaan emoji semangka ini tidak terjadi tanpa alasan. Warna merah, putih, hitam, dan hijau pada semangka secara identik mencerminkan warna dari bendera Palestina. Lebih dari itu, buah semangka juga diakui memiliki sejarah panjang sebagai lambang perlawanan bagi kemerdekaan bangsa Palestina, di mana dipandang sebagai lambang yang mencerminkan budaya dan identitas yang kuat dari rakyat di negara tersebut.

Dukungan Di Berbagai Media Sosial Termasuk Semangka Jadi Simbol Palestina

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, Israel telah melancarkan serangan bom yang berkepanjangan terhadap Jalur Gaza selama lebih dari tiga pekan. Lebih dari 8.000 nyawa, termasuk ribuan anak-anak, telah menjadi korban dalam gelombang serangan balasan tersebut. Saat ini, semangat dukungan terhadap Palestina semakin berkobar-kobar di seluruh dunia. Pengguna media sosial semakin giat dalam mengunggah emoji semangka sebagai simbol kuat dalam menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik yang berlangsung antara Israel dan Hamas.

Namun, muncul pertanyaan tentang bagaimana gambar buah semangka jadi simbol Palestina? Warna-warna pada semangka (merah, putih, hitam, dan hijau) juga merupakan warna yang ada di bendera Palestina dan buah ini mencerminkan budaya serta identitas negara tersebut. Pohon semangka dapat ditemui tumbuh subur di seluruh wilayah Palestina, meliputi daerah dari Jenin hingga Gaza, menunjukkan betapa eratnya hubungan budaya dan alam antara buah ini dengan tanah air mereka. Tak hanya itu, semangka juga menjadi komponen penting dalam berbagai hidangan tradisional Palestina dan tidak jarang muncul sebagai elemen khas dalam karya sastra nasional, menambahkan kedalaman makna simbolis buah ini dalam kehidupan sehari-hari dan budaya rakyat Palestina.

Kisah Buah Semangka Yang Menggambarkan Perlawanan Oleh Palestina

Seiring berjalannya waktu, semangka telah membangkitkan semangat perlawanan yang digunakan oleh warga Palestina sebagai bentuk protes terhadap penindasan yang dilakukan oleh Israel terhadap identitas dan hak-hak mereka, terutama terkait dengan pengibaran bendera Palestina. Setelah melewati periode Pasca-Perang Enam Hari pada tahun 1967, di mana Israel berhasil menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur, pemerintah Israel mengambil langkah tegas dengan menjadikan tindakan pengibaran bendera Palestina di wilayah pendudukan sebagai tindakan yang dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum yang berlaku. Namun, larangan ini tidak hanya terbatas pada bendera, seniman Sliman Mansour bahkan mengatakan bahwa pada tahun 1980, pejabat Israel mengambil tindakan tegas dengan menutup pameran seni di Ramallah yang memamerkan karya seniman ternama seperti Nabil Anani dan Issam Badrl, di mana para seniman dilarang untuk menggambarkan bendera Palestina atau bahkan menggunakan warna-warna yang merupakan identifikasi dari bendera tersebut.

Issam menimbulkan pertanyaan dengan nada penasaran, “Apa jadinya jika saya membuat bunga dengan warna merah, hijau, hitam, dan putih?” Namun, petugas dengan suara tegas dan marah memberikan jawaban yang membuatnya terkejut, “Tindakan tersebut akan berakibat pada penyitaan. Bahkan, jika Anda memilih untuk melukis gambar semangka dengan warna-warna tersebut, hasilnya juga akan disita.”

Untuk menghindari larangan tersebut, warga Palestina mulai mencari alternatif kreatif dengan menggunakan semangka jadi simbol Palestina dan semangka sebagai lambang perlawanan dan protes, sebuah tindakan yang mengisyaratkan kegigihan mereka dalam mengekspresikan solidaritas dan keinginan akan kebebasan di tengah kendala dan pembatasan yang mereka hadapi. Kini, buah tersebut muncul dalam karya seni, di kemeja, grafiti, poster, dan bahkan sebagai emoji di media sosial. Meskipun larangan terhadap bendera Palestina dicabut setelah Perjanjian Oslo tahun 1993, pihak Palestina masih mengklaim bahwa perintah tersebut tidak sepenuhnya dicabut bahkan setelah perjanjian tersebut. Pada tahun 2007, setelah Intifada Kedua, seniman Khaled Hourani merancang “Watermelon fla” untuk sebuah buku berjudul Atlas Subjektif Palestina. Menurut laporan di TIME, dia mengisolasi satu cetakan pada tahun 2017 dan menamakannya “The Colours of Palestinian Flag”, yang kemudian dilihat publik dunia.

Penggunaan semangka jadi simbol Palestina muncul kembali pada tahun 2021 setelah pengadilan Israel memutuskan bahwa Rencananya, keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur akan dipaksa meninggalkan rumah mereka, dengan tujuan memberikan tempat bagi para pemukim.  Pada Januari 2023, bendera Palestina kembali menjadi sorotan. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gviri, menginstruksikan polisi untuk menyita bendera Palestina dari tempat umum. Pada bulan Juni, sebuah undang-undang disahkan untuk melarang penggunaan bendera di lembaga yang didanai oleh negara. Hal ini termasuk di universitas setelah mendapat persetujuan awal dari Knesset, Parlemen Israel.

Segera setelah itu, seorang wanita muda ditangkap saat parade Pride karena mengibarkan bendera, namun polisi mengklaim bahwa dia menyerang petugas ketika mereka mencoba menyita bendera tersebut. Organisasi perdamaian akar rumput Arab-Israel, Zazim, juga terlibat dalam kampanye dengan memasang gambar semangka di taksi, dilengkapi dengan tulisan bahwa itu bukan bendera Palestina.

“Pesan kami kepada pemerintah jelas: kami akan selalu menemukan cara untuk menghindari larangan yang tidak masuk akal dan kami tidak akan berhenti memperjuangkan kebebasan berekspresi dan demokrasi, baik itu bendera kebanggaan atau bendera Palestina,” kata direktur Zazim, Raluca Ganea, dikutip dari outlet tersebut.

Melalui semangka jadi simbol Palestina, rakyat Palestina menunjukkan kekuatan solidaritas dan semangat perlawanan mereka dalam menghadapi penindasan dan konflik yang berkepanjangan. Buah ini menjadi lambang dari keinginan akan kemerdekaan dan identitas bangsa Palestina, serta tetap menjadi simbol yang kuat hingga saat ini.

Berita Terkait

Banjir Jakarta Timur Capai Ketinggian Hampir 2 Meter?
Kiki Fatmala Meninggal Dunia Berjuang Lawan Komplikasi Kanker
Pengungsi Rohingya Tidak Puas Dengan Makanan Yang Diberikan, Ini Kronologinya
Elon Musk Dukung Israel, Berikan Sumbangan Dan Siap Memfasilitasi
Cak Imin Tolak Pembangunan IKN Jika Terpilih
Agresi Gaza Belum Selesai, Perdana Menteri Israel Angkat Bicara
Pria Tewas Tanpa Identitas di Malang Tergeletak Bersimbah Darah
Gencatan Senjata Israel Hamas Diperpanjang, Namun Serang Tepi Barat?

Berita Terkait

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:37

Banjir Jakarta Timur Capai Ketinggian Hampir 2 Meter?

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:34

Kiki Fatmala Meninggal Dunia Berjuang Lawan Komplikasi Kanker

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:23

Pengungsi Rohingya Tidak Puas Dengan Makanan Yang Diberikan, Ini Kronologinya

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:21

Elon Musk Dukung Israel, Berikan Sumbangan Dan Siap Memfasilitasi

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:17

Agresi Gaza Belum Selesai, Perdana Menteri Israel Angkat Bicara

Jumat, 1 Desember 2023 - 16:43

Pria Tewas Tanpa Identitas di Malang Tergeletak Bersimbah Darah

Jumat, 1 Desember 2023 - 15:49

Gencatan Senjata Israel Hamas Diperpanjang, Namun Serang Tepi Barat?

Kamis, 30 November 2023 - 21:16

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah Indonesia Dilanda Banjir

Berita Terbaru