Rupiah Menguat, Harga Dollar AS Hari Ini Sentuh Rp15.689

- Penulis Berita

Sabtu, 11 November 2023 - 01:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekan ini nilai tukar rupiah membuka perdagangan di posisi Rp15.689 per Dollar AS hari ini. Mata uang Garuda mengalami penguatan sebanyak 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya 15.725 per Dollar AS.

Di kawasan Asia, nilai tukar mata uang bervariasi. Yen Jepang melemah sebanyak 0,11 persen, yuan China turun 0,6 persen, dan Dollar Singapura mengalami penurunan sebanyak 0,02 persen. Di sisi lain, terdapat penguatan nilai ringgit Malaysia sebesar 0,07 persen, kenaikan won Korea Selatan sebesar 0,22 persen, peso Filipina yang mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,15 persen, dan Dollar Hong Kong mengalami penguatan sebanyak 0,2 persen.

Dollar AS hari ini Mengalami Penguatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, mayoritas mata uang negara maju mengalami pelemahan. Poundsterling Inggris melemah 0,14 persen, Dollar Australia turun 0,16 persen, Dollar Kanada mengalami penurunan sebanyak 0,04 persen, Euro Eropa mengalami penurunan 0,09 persen, dan franc Swiss melemah 0,9 persen.

Lukman Leong, seorang analis pasar yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika ekonomi global dan regional, menyampaikan analisanya bahwa pada awal perdagangan, mata uang rupiah menunjukkan tingkat kestabilan yang cukup signifikan, terbuka pada posisi yang relatif datar dan mengalami fase konsolidasi dengan kecenderungan penguatan yang tampaknya terbatas. “Investor wait and see menantikan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell malam ini,” katanya.

Lukman memperkirakan, dalam sesi perdagangan ini, rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.600 hingga Rp15.700 per Dollar AS hari ini. Ini menunjukkan bahwa pasar masih mengamati perkembangan global, terutama terkait kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral AS.

Sementara di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan sebelumnya. Terjadi penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,42 persen atau mengalami penurunan sebanyak 28,97 poin, dan saat penutupan perdagangan, IHSG berada pada level 6.809,26. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, yakni Jumat (10/11/2023), dapat diamati berada dalam kisaran antara 6.801,92 hingga 6.843,96. Menariknya, secara keseluruhan, performa IHSG tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan bursa saham di kawasan Asia.

Dalam satu pekan terakhir, kinerja IHSG banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Meskipun terjadi perlambatan pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di kuartal kedua, hal ini tidak memberikan dampak besar pada pasar saham ketika data tersebut diumumkan. Kinerja IHSG pada akhir pekan ini lebih baik dibandingkan dengan pekan sebelumnya, meskipun suhu politik memanas dan ekspektasi kenaikan suku bunga global meningkat.

Meski demikian, dalam periode seminggu terakhir, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terngiang oleh ketidakpastian yang muncul akibat konflik antara Hamas dan Israel. Konflik tersebut memiliki potensi besar untuk mengubah arah pergerakan pasar keuangan. Di sisi lain, mata uang rupiah tetap berada di bawah tekanan, dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Meskipun terdapat peningkatan dalam kinerja rupiah jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai angka 15.725 per US Dollar, namun kekhawatiran pasar tetap ada mengingat ketidakpastian global yang terus berlanjut, khususnya terkait dengan situasi konflik di Timur Tengah dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Bank Sentral AS yang mungkin berdampak signifikan pada mata uang rupiah.

Sampai saat ini, masalah moneter di banyak bank sentral di seluruh dunia masih terus dipengaruhi oleh dinamika kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed). Sikap yang masih belum jelas dari the Fed terkait arah kebijakan moneternya ke depan telah menciptakan spekulasi yang terus menerus berkembang mengenai potensi perubahan kebijakan tersebut. Dampaknya sangat terasa dalam fluktuasi mata uang Dollar AS hari ini, khususnya terhadap kinerja mata uang rupiah.

Dollar AS hari ini Pengaruhi Harga Emas

Sementara itu, terjadi pelemahan pada harga emas dalam sepanjang pekan ini jika dibandingkan dengan performanya pada pekan sebelumnya. Transaksi harga emas saat ini mencapai kisaran level $1.953 per ons troi, menunjukkan penurunan dari kinerja harga emas pada pekan lalu yang berada pada level $1.989 per ons troi. Faktor yang memicu penurunan harga emas ini adalah meningkatnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga acuan yang diperkirakan oleh the Fed. Secara lokal, harga emas dalam mata uang rupiah kini telah turun di bawah angka 1 juta per gram, yakni berada pada kisaran 988 ribu per gramnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang telah disebutkan sebelumnya, dapat diamati bahwa pasar keuangan Indonesia masih terus berada dalam pengaruh yang signifikan dari dinamika global. Spekulasi dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi global menjadi fokus utama yang memberikan dampak pada kondisi pasar keuangan di Indonesia. Mata uang rupiah dan harga emas, sebagai elemen krusial dalam pasar keuangan domestik, terus mengalami pengaruh yang signifikan dari pergerakan global serta kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Dalam konteks ini, para investor diharapkan untuk tetap waspada dan memantau dengan cermat perkembangan global, termasuk nilai Dollar AS hari ini, yang memiliki potensi untuk mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Karena perubahan dalam kebijakan global atau peristiwa signifikan di pasar internasional dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap nilai tukar rupiah dan harga emas di dalam negeri. Oleh karena itu, kehati-hatian dan pemantauan yang cermat terhadap berbagai perkembangan di tingkat global menjadi suatu keharusan, sebagai upaya untuk mengantisipasi dan merespons dengan tepat setiap dinamika yang mungkin muncul dan memengaruhi stabilitas ekonomi dalam negeri.

 

Berita Terkait

Update IHSG Hari Ini, Akhir Tahun Menunjukkan Penguatan
Ramai Digunakan, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Capai 21 Ribu Dalam Sehari
Laporan Anggaran BI 2023 Diperkirakan Surplus Rp 27,19 T
Honorer Resmi Dihapus Usai Jokowi Tandatangani UU ASN 2023
Jokowi Putuskan Untuk Rem Investasi Asing di IKN, Baik atau Buruk?
Cara Mengatur Anggaran Bulanan Untuk Mencapai Tujuan Keuangan
Tips Mengelola Keuangan Pribadi yang Efektif
Cara Menghasilkan Uang Di Internet Yang Belum Banyak Diketahui

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 21:43

Rekor CR7 Belum Habis, Catatkan 48 Gol Di Tahun 2023

Sabtu, 25 November 2023 - 17:46

Semi Final Piala Dunia U-17 Semakin Menarik, Ada Jerman

Sabtu, 25 November 2023 - 17:43

Review Pertandingan Seru Argentina vs Brasil yang Sempat Ricuh

Senin, 20 November 2023 - 00:04

Hasil Indonesia Vs Maroko U-17, Laga Penentuan

Kamis, 16 November 2023 - 13:48

Jelang Ikuti Kualifikasi Piala Dunia, Ini Persiapan Timnas Indonesia

Senin, 13 November 2023 - 19:31

Indonesia Vs Ekuador Piala Dunia U-17 2023 Berakhir Imbang

Senin, 13 November 2023 - 19:28

Pembagian Grup dan Jadwal Piala Dunia U-17 2023

Minggu, 12 November 2023 - 20:36

Update Piala Dunia FIFA U-17, Pegawai FIFA Mulai Berdatangan

Berita Terbaru

Kesehatan

Tips Mengurangi Bau Badan Yang Ampuh

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:32

Teknologi

Resmi Gandeng Tokopedia, TikTokshop Kembali?

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:30

Teknologi

Rekomendasi Smartphone Android Kamera Terbaik 3 Jutaan

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:27

Kesehatan

Ketahui Penyebab Kanker Sebelum Terjadi, Ternyata Ini

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:23

Kesehatan

Cara Membersihkan Karang Gigi, Mudah Dan Aman

Selasa, 28 Nov 2023 - 19:21